Catatan
Bagian ini merupakan ringkasan sejarah Minolta, KonicaMinolta hingga Sony. Untuk lebih detailnya, silakan melihat bagian lain yang tersedia.
Era Minolta tercatat dari sejak tahun 1928 hingga tahun 2003. Era KonicaMinolta secara korporasi tercatat dari sejak tahun 2003 hingga tahun 2005. Dari mulai tahun 2005 hingga saat ini, adalah era-nya Sony, baik secara korporasi maupun secara pasar.
Ringkasan
November 1928
Kazuo Tashima mendirikan “Nichi-Doku Shashinki Shoten” yang artinya "Japanese-German Camera Vendor (/ Shop)"; yang merupakan cikal-bakal Minolta Co., Ltd.
1931
Nama “Nichi-Doku Shashinki Shoten” disingkat menjadi Minolta, yang merupakan kependekan dari Mechanism, INstruments, Optics and Lenses by TAshima. Saat itu nama Minolta digunakan sebatas untuk merek dagang produk saja, belum menjadi label korporasi.
1962
Terpilihnya Minolta Hi-Matic dengan model Ansco Autoset, untuk turut serta dalam program luar angkasa "Friendship 7" ke planet Merkurius bersama Alan Shepard dan John Glenn. Di tahun yang sama, Minolta merubah nama korporasinya, dari Nichi-Doku Shashinki Shoten menjadi Minolta Camera Co., Ltd.
1972
Minolta menandatangani perjanjian kerjasama mutualisme dengan Leica dalam hal pengembangan kamera berjenis SLR.
1973
Tercatat sebagai saat pertama kalinya Minolta menghasilkan wujud nyata dari kerjasama mutualisme dengan pihak Leica. Minolta meluncurkan Leitz Minolta CL yang sangat bersejarah. Selain itu, Minolta juga MEMPRODUKSI Leica R3, R4 dan R5. Setelahnya, barulah semua produk Leica diproduksi oleh Leica sendiri di Jerman. Dalam sejarah fotografi, Leica R3, R4 dan R5 tercatat sebagai kamera SLR yang sangat tangguh dan selalu bebas masalah.
1981
Minolta XD-11 (Model E) merupakan kamera Minolta pertama di tahun 1981 yang mengalami perubahan tampilan logo Minolta, menjadi huruf kapital semua. Logo inilah yang seterusnya dipergunakan, hingga akhirnya Minolta di-merger oleh Konica pada tahun 2003.
1985
Diperkenalkannya Minolta 7000 sebagai kamera SLR autofokus terintegrasi pertama di dunia. Minolta 7000 langsung menyabet tiga penghargaan kelas dunia. Di tahun yang sama, meluncur juga Minolta 9000, yang merupakan kamera SLR autofokus pertama dan satu-satunya yang pergerakan film-nya dapat dikokang tanpa bantuan motor drive. Walaupun demikian, Minolta 9000 juga dilengkapi dengan aksesori motor drive tambahan, yang dapat membidik secepat 5 foto per detik.
1987
Honeywell tercatat sebagai pihak yang mendeteksi adanya persinggungan antara arsitektur teknologi autofokus Minolta, dengan arsitektur teknologi autofokus kamera SLR yang sebelumnya telah dipatenkan oleh Honeywell. Akhirnya, Honeywell secara resmi melayangkan gugatan atas Minolta ke pengadilan di Amerika Serikat.
1991
Pada tahun 1991, pengadilan di Amerika Serikat memutuskan untuk memenangkan gugatan Honeywell atas Minolta. Teknologi autofokus Minolta terbukti secara sah dan meyakinkan, telah bersinggungan dengan hak paten Honeywell. Akhirnya Minolta harus menelan pil pahit untuk membayar semua kerugian, penalti, biaya pengadilan dan biaya lain-lainnya kepada Honeywell, sebesar 127.6 juta US Dollar (Sumber: NY Times).
1992
Pada tahun 1992, Minolta telah menyelesaikan seluruh kewajiban kepada Honeywell. Keduabelah pihak kemudian mengadakan persetujuan untuk mengakhiri kasus ini hingga sampai di sini.
1994
Di tahun 1994, terjadi pergantian nama perusahaan menjadi Minolta Co., Ltd., karena terjadi perluasan atau diversifikasi produk. Mulai tahun 1994, Minolta Co., Ltd. tidak hanya memproduksi kamera saja.
1995
Tahun 1995 juga merupakan tahun yang sangat bersejarah bagi Minolta, karena pada tahun ini, Minolta telah meluncurkan Minolta RD-175, yang merupakan kamera SLR digital pertama di dunia beresolusi 1.75 megapixel, dengan konsep yang utuh, terpadu dan praktis. Memang benar, Kodak DCS dan Sony Mavica merupakan konsep kamera digital pertama di dunia yang "dapat dipergunakan untuk memotret". Namun konsep kamera SLR digital yang utuh, terpadu dan praktis, pertama kalinya ditawarkan oleh Minolta RD-175. Basis bodi RD-175-lah yang pada akhirnya menjadi basis bodi kamera APS Minolta, dimana Minolta juga tercatat sebagai produsen pertama di dunia yang meluncurkan kamera SLR berjenis APS. Walaupun tidak dikategorikan sebagai kamera digital berkonsep SLR yang sukses di pasaran, namun Minolta telah memicu semangat para kompetitor untuk mempercepat riset dan produksi kamera digital dengan basis SLR.
2002
Terakhir kalinya Minolta memproduksi kamera analog dari berbagai jenis.
07 Januari 2003
Minolta di-merger oleh Konica menjadi KonicaMinolta. Di akhir tahun yang sama, kamera digital dengan label merek Minolta terakhir diproduksi, lewat Minolta DiMAGE G-400.
Februari 2004
Pertama kalinya KonicaMinolta memproduksi kamera digital di bawah label merek KonicaMinolta. KonicaMinolta DiMAGE A-2 untuk pemotret amatir-serius, KonicaMinolta DiMAGE Z-2 untuk kalangan pecinta rentang zoom tele yang panjang, dan KonicaMinolta DiMAGE Xg untuk peminat kamera saku.
Agustus 2005
KonicaMinolta Dimage Z-6 adalah kamera digital terakhir yang diproduksi di bawah nama nama KonicaMinolta, sementara proses negosiasi dan akuisisi divisi fotografi KonicaMinolta oleh Sony sedang berlangsung.
19 Januari 2006
KonicaMinolta menyatakan secara resmi untuk mundur dari bisnis kamera digital.
31 Maret 2006
Sony secara resmi mengambil-alih seluruh infrastruktur divisi fotografi digital dari KonicaMinolta (Konica Minolta Photo Image, Inc.), dari mulai infrastruktur fisik hingga sumber daya manusianya. Satu-satunya infrastruktur yang tidak diambil oleh Sony adalah infrastruktur pemasaran. Selain karena sudah memiliki infrastruktur promosi dan pemasaran yang terbukti jauh lebih baik, Sony pun memandang infrastruktur pemasaran Minolta dan KonicaMinolta sebagai penyebab utama kejatuhan bisnis KonicaMinolta di divisi fotografi digitalnya.
06 Juni 2006
Sony meluncurkan produk pertamanya, yaitu Sony DSLR-A100. Produk ini merupakan "fotokopi" dari KonicaMinolta Dynax 5D, dengan kapasitas resolusi yang ditingkatkan hingga 10 megapixel, dengan berbagai peningkatan minor di sisi fasilitas. Ini dilakukan tentu saja untuk mengejar "tenggat waktu" untuk mengisi kekosongan pasar, demi memelihara loyalitas dan harapan dari para pengguna DSLR Minolta maupun KonicaMinolta yang sebelumnya telah ada.
30 September 2006
KonicaMinolta secara resmi menyatakan mundur total dari bisnis fotografi digital, dengan pengurangan sekitar 3.700 orang pegawai di divisi yang bersangkutan. Dengan demikian, berakhirlah 78 tahun sejarah Minolta, yang sempat sejenak disambung oleh KonicaMinolta.
Maret 2007
KonicaMinolta menyatakan secara resmi penutupan total dan permanen divisi fotografi digital KonicaMinolta. KonicaMinolta hanya akan berkonsentrasi di bisnis alat-alat kesehatan, perkantoran dan penginderaan.
Beberapa catatan menarik seputar Minolta - KonicaMinolta - Sony Alpha
Konica merupakan perusahaan fotografi tertua di dunia. Sejarahnya diawali dari sebuah toko yang menjual obat bernama Konishi-ya Rokubei Ten yang dioperasikan oleh Sugiura Rokuemon V. Anaknya, yaitu Sugiura Rokusaburo, memperluas jenis usahanya menjadi penjual material fotografi pada tahun 1873. Singkat kata, pada tahun 1903, meluncurlah "Cherry", yaitu kamera buatan Jepang pertama yang "memiliki merek dagang secara jelas".
Singkat kata, pada 1943 nama perusahaannya menjadi Konishiroku Shashin Kogyo K.K., dengan nama internasional Konishiroku Photo Industry Co., Ltd. Nama "Konica" pertama kalinya "menempel" di kamera 35mm berjenis rangefinder pada tahun 1947. Kurang-lebih mirip dengan "Leica" atau "Yashica", nama "Konica" merupakan singkatan dari nama perusahaan, ditambahi dengan akhiran "ca" yang berarti "camera".
Pada 1987, mereka merubah nama korporasinya menjadi Konica Corporation.
Pertama kalinya sejak kelahirannya di tahun 1928, Minolta "ditakdirkan" sebagai produsen kamera medium format yang kemudian berubah menjadi produsen kamera standar 35mm dari berbagai jenis, dari mulai SLR maupun Non-SLR.
Minolta terakhir membuat kamera medium format 6x6 adalah tahun 1965, lewat Minolta AutoCord CdS (Twin Lens Reflex). Kamera AF SLR 35mm terakhir dari Minolta adalah pada tahun 2002 lewat Dynax 60. Kamera digital terakhir dari KonicaMinolta adalah pada tahun 2005 lewat KonicaMinolta DiMAGE Z-6.
Minolta selalu berpegang pada pakem generasi ketika meluncurkan sebuah produk. Total ada 6 generasi AF SLR 35mm di keluarga Minolta.
Kode generasi 1: 4 angka tanpa huruf
Kode generasi 2: 4 angka dengan huruf "i" (Intelligent)
Kode generasi 3: 1 angka dengan huruf "xi" (Expert Intelligence)
Kode generasi 4: 3 angka dengan huruf "si" (Sophisticated Intelligence)
Kode generasi 5: 1 angka tanpa huruf
Kode generasi 6: 2 angka tanpa huruf
Minolta selalu mengeluarkan kamera AF SLR 35mm seri profesional di generasi ganjil, dan selalu sukses dengan urutan produk yang mengandung kode "7" terlebih dahulu, barulah setelahnya kode produk yang mengandung angka "9". Contohnya di generasi satu, Minolta 7000 dahulu, baru setelahnya Minolta 9000. Di generasi tiga, Minolta Dynax 7xi terlebih dahulu, barulah setelahnya Minolta Dynax 9xi. Urutan ini menjadi terbalik di generasi lima dengan Dynax 9 meluncur terlebih dahulu di tahun 1998, lalu kemudian Dynax 7 di tahun 2000. "Pelanggaran tradisi" ini dilakukan karena tahun 1998 merupakan ulang tahun Minolta ke-70; dan oleh karenanya harus secara simbolik meluncurkan kamera seri profesional atau seri terbatas terlebih dahulu.
Di generasi genap, seri tertinggi pastilah mengandung unsur angka "8". Pada generasi dua, seri tertinggi adalah Minolta Dynax 8000i, dan seri tertinggi generasi empat adalah 800si. Generasi enam tercatat sebagai generasi yang ditandai dengan melemahnya semangat dan filosofi Minolta karena adanya wacana untuk melakukan merger perusahaan dengan Konica. Dengan demikian, setelah kelesuan inovasi dan produksi di generasi enam, Minolta menghentikan produksi kamera AF SLR 35mm di generasi enam pada tahun 2002 lewat Minolta Dynax 60.
Minolta merupakan produsen peralatan fotografi pertama, satu-satunya, dan hingga tahun 2009 masih menjadi satu-satunya merek (dibawah bendera Sony), yang sanggup memproduksi lensa Reflex yang dilengkapi dengan teknologi autofokus, yaitu Sony SAL 500mm f/8 Reflex. Kita semua tahu benar bahwa hingga saat ini, Sony Alpha merupakan satu-satunya merek DSLR yang sanggup melakukan proses autofokus dengan lensa seredup f/8.
Minolta merupakan produsen peralatan fotografi pertama di era 1990-an yang memproduksi lensa AF Macro Zoom, yaitu Minolta AF Macro Zoom 3x - 1x f/1.7-2.8. Sayangnya, lensa ini tidak lagi diproduksi dibawah merek Sony, dan baru dapat ditandingi oleh Canon dengan Canon MP-E 65mm f/2.8 setelah tahun 2000-an. Bedanya, Minolta melengkapi lensanya dengan kemampuan autofokus, sedangkan Canon hanya fokus secara manual.
Minolta bukanlah produsen yang memiliki predikat "World's First" terbanyak di masa-masa awal kemunculannya hingga era SLR analog berakhir. Minolta menjadi produsen yang memiliki predikat "World's First" yang signifikan setelah memasuki era SLR autofokus.
Dari era Minolta hingga era Sony Alpha, masih menjadi merek yang paling piawai dalam merancang arsitektur jendela bidik (viewfinder) dan tabir bidik (focusing screen) dengan kecerahan, kejernihan dan ketajaman terbaik di dunia, dan selalu melebihi kompetitornya. Premis ini diakui oleh semua fotografer dan kalangan media di seluruh dunia. Selain itu, Minolta juga terkenal piawai dan terdepan dalam hal akurasi sistem pengukuran cahaya. Ini tidaklah mengherankan karena Minolta merupakan produsen perangkat pengukuran cahaya dari berbagai jenis, dengan tingkat akurasi terbaik di dunia. Dari mulai Exposure Meter, Flash Meter hingga Color Meter; kinerja dan akurasinya mendapat pengakuan dari fotografer profesional di berbagai penjuru dunia.
Minolta merupakan satu-satunya merek Jepang yang pernah bekerjasama secara intensif dengan produsen peralatan fotografi terkemuka asal Jerman. Minolta pernah menjalin kerjasama dengan Leica dalam hal pengembangan kamera SLR dan kamera leaf shutter, sistem optik, sistem pengukuran cahaya, sistem prisma jendela bidik, dan sistem tabir bidik (focusing screen). Cukup banyak produk Leica yang didukung oleh Minolta dalam aspek pengukuran cahaya, prisma jendela bidik dan tabir bidik-nya.
Sedangkan Minolta menjalin kerjasama dengan Hasselblad dalam hal pengembangan sistem pengukuran cahaya, sistem prisma jendela bidik, dan sistem tabir bidik (focusing screen). Belum ada data terbaru apakah kerjasama dengan Leica dan Hasselblad ini masih dilanjutkan di bawah merek Sony.
Dari sejak kelahirannya, Minolta merupakan produsen peralatan foto yang paling sering didatangi oleh kontroversi. Selain kasus Honeywell, Minolta juga tercatat sebagai produsen yang paling banyak mengalami transisi korporasi. Urutan kedua setelah Minolta adalah Pentax, yang diakuisisi oleh THK Corporation.
Sony merupakan merek yang memiliki dukungan korporasi terbanyak dari merek optik yang terkemuka. Pertama adalah infrastruktur Minolta (dimiliki sepenuhnya). Kedua adalah Tamron (kepemilikan saham mayoritas sebanyak 11.08% - urutan kedua setelah New Well Co., Ltd. yang menguasai 17.34% saham). Ketiga, yaitu Carl Zeiss (yang merupakan mitra strategis terkuat).
1982-1970
Catatan
01. Mayoritas ikhtisar sejarah kamera analog Minolta hingga tahun 1998 didapatkan dari sumber berbahasa Inggris. Oleh sebab itu, ada sebagian istilah teknis yang ditampilkan tetap dalam bahasa Inggris, agar tidak merubah makna kata yang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Mohon maklum.
02. Walaupun telah kami susun seakurat mungkin, namun dengan segala keterbatasan referensi yang berhubungan dengan Minolta, Konica maupun KonicaMinolta, maka tetap ada kemungkinan kekurangan atau kesalahan di dalam penyusunan ikhtisar sejarah ini. Kami berterimakasih bila ada pembaca yang kebetulan mengetahui kebenaran dalam detail-detail yang dimaksud, dan kami persilakan untuk menghubungi kami lewat sarana yang tersedia.
1928
Kazuo Tashima mendirikan “Nichi-Doku Shashinki Shoten”, yang artinya “Japanese-German Camera Vendor (/ Shop)”. Didirikan pada November 1928, dan merupakan cikal-bakal The Minolta Co. Ltd.
1929
Nifcalette (Folding Camera)
Kamera pertama Minolta dengan luas bidang cahaya 40x65mm di film berformat 127. Memiliki scale-estimation focusing system
1930
Nifca Sport (Folding dry-plate camera)
Luas bidang cahaya 65x90mm, dengan lensa standar tilt-shift
1931
Arcadia (Folding dry-plate camera)
Kamera Jepang yang terbilang ringkas, dengan shutter block buatan Jepang untuk pertama kalinya
Catatan
Pada tahun 1931, nama “Nichi-Doku Shashinki Shoten” disingkat menjadi Minolta, yang merupakan kependekan dari Mechanism, INstruments, Optics and Lenses by TAshima
1932
Semi Minolta (Folding camera)
Luas bidang cahaya 45x60mm di film berformat 120. Merupakan diecast folding camera yang pertama di keluarga Minolta
1933
Minolta (Strut-folding dry-plate camera)
Luas bidang cahaya 65x90mm. Merupakan kamera Minolta yang pertama diproduksi secara menyeluruh di Jepang
1934
Baby Minolta (Bakelite body roll film camera)
Luas bidang cahaya 40x65mm atau 40x30mm di film berformat 127, dengan bakelite body dan pull out lens
Minolta Vest (Collapsing bakelite body camera)
Luas bidang cahaya 40x65mm atau 40x30mm di film berformat 127, dan merupakan bakelite body collapsing camera pertama yang diproduksi secara menyeluruh di Jepang
1935
Auto Minolta (Strut-folding dry-plate camera)
Luas bidang cahaya 65x90mm. Merupakan kamera jurnalis dengan jendela bidik rangefinder pertama yang diproduksi secara menyeluruh di Jepang
Minolta Six (Collapsing bakelite body camera)
Luas bidang cahaya 60x60mm di film berformat 120, dengan konsep collapsing bakelite body
1937
Auto Press Minolta (Strut-folding dry-plate camera)
Luas bidang cahaya 65x90mm. Merupakan kamera jurnalis pertama dengan sistem sinkron lampu kilat secara terintegrasi, yang diproduksi secara menyeluruh di Jepang
Auto Semi Minolta (Folding camera)
Luas bidang cahaya 60x60mm di film berformat 120. Merupakan kamera rangefinder dengan automatic film rewind stop
Minolta Flex (Twin Lens Reflex camera)
Luas bidang cahaya 60x60mm di film berformat 120. Merupakan kamera berjenis Twin Lens Reflex (TLR) yang pertama di Jepang, dan juga pertama bagi Minolta
1939
Minolta Flex Automat (Twin Lens Reflex camera)
Luas bidang cahaya 60x60mm di film berformat 120. Merupakan kamera Twin Lens Reflex pertama dengan sistem pengokang film otomatis secara mekanis, yang diproduksi secara menyeluruh di Jepang.
1946
Semi Minolta III A (Folding camera)
Luas bidang cahaya 45x60mm di film berformat 120. Merupakan folding camera pertama dari Jepang yang diekspor setelah Perang Dunia
1947
Minolta 35 (35mm FP camera)
35mm FP (focal plane) shutter camera yang pertama dari Minolta dengan coupled rangefinder, self-timer, dan interchangeable Leica mount
1949
Minolta Memo (35mm LS camera)
Kamera 35mm LS (leaf shutter) pertama yang diproduksi secara menyeluruh di Jepang, dengan tuas pengokang film
1950
Konan-16 Automat (16mm camera)
Kamera subminiatur, menggunakan film untuk pembuatan film (format 16mm), dengan metode pengokangan film tarik-tekan (push-pull)
1951
Minolta Semi P (Folding camera)
Luas bidang cahaya 45x60mm di film berformat 120. Merupakan kamera yang ringkas dengan jendela bidik rangefinder dan soket lampu studio
1952
Minolta Flex II B (Twin Lens Reflex camera)
Luas bidang cahaya 60x60mm di film berformat 120, dengan instant open-and-shut finder hood and magnifier
1953
Minolta Cord (Twin Lens Reflex camera)
Luas bidang cahaya 60x60mm di film berformat 120, dengan metode pengokangan film secara crank winding dan memiliki lever-helicoid focusing system
1955
Minolta Autocord (Twin Lens Reflex camera)
Luas bidang cahaya 60x60mm di film berformat 120, diperkenalkan juga sistem X-Synchronization
Minolta A-2 (35mm LS camera)
Kamera leaf shutter 35mm dengan jendela bidik rangefinder yang cerah
1957
Minolta Super A (35mm LS camera)
Lensa dan jendela bidik yang dapat diganti-ganti, dengan pengukuran cahaya selenium meter yang terhubung ke kontrol kecepatan rana
Minolta Autocord RA (Twin Lens Reflex camera)
Luas bidang cahaya 60x60mm, 40x40mm, atau 40x50mm di film berformat 120
1958
Minolta Auto Wide (35mm LS camera)
Kamera leaf shutter 35mm pertama di dunia yang dilengkapi dengan CdS Exposure Meter terintegrasi
Minolta V2 (35mm LS camera)
Kamera leaf shutter 35mm pertama di dunia dengan kecepatan rana lensa hingga 1/2000 detik
Minolta 35 II B (35mm FP camera)
Dapat dilepas-tukarkan dengan lensa-lensa Leica
Minolta SR-2 (35mm SLR camera)
Kamera SLR 35mm pertama di keluarga Minolta
1960
Minolta Uniomat (35mm LS camera)
Kamera leaf shutter 35mm pertama di Jepang dengan kecepatan rana yang terprogram penuh oleh pengukur cahaya
Minolta SR-3 (35mm SLR camera)
Kamera SLR 35mm dengan kemampuan untuk dipasangi modul CdS Exposure Meter
Minolta 16 II (16mm camera)
Kamera subminiatur, menggunakan film untuk pembuatan film (format 16mm)
1962
Minolta Hi-Matic (35mm LS camera)
Selenium Meter dan fasilitas programmed auto exposure terintegrasi. Varian Ansco Autoset terpilih untuk dibawa di dalam modul ulang-alik pada misi “Friendship 7” ke Merkurius, dengan Alan Shepard dan John Glenn sebagai awaknya
Minolta 16 EE (16mm camera)
Kamera format 16mm pertama di Jepang, dengan pengukur cahaya terintegrasi
Minolta SR-7 (35mm SLR camera)
Kamera SLR 35mm pertama di dunia, dengan pengukur cahaya CdS terintegrasi
Minolta Sonocon (16mm camera)
Kamera Minolta berformat 16mm yang pertama kalinya dilengkapi dengan fasilitas radio
Catatan
Tahun 1962, Minolta merubah nama korporasinya, dari Nichi-Doku Shashinki Shoten menjadi Minolta Camera Co., Ltd.
1963
Minolta ER (35mm SLR with lens shutter)
Kamera SLR 35mm dengan fixed lens, shutter in lens, dan lensa tambahan untuk sudut lebar 35mm dan tele pendek 85mm
Minolta Hi-Matic 7 (35mm LS camera)
Kamera leaf shutter 35mm pertama di dunia dengan CdS Photo Cell di lens barrel
1964
Minolta 16 PS (16mm camera)
Kamera berformat 16mm dengan pengukuran cahaya menggunakan simbol cuaca
Minoltina P (35mm LS camera)
Kamera leaf shutter 35mm yang luar biasa ringkas
Minolta Repo-S (35mm LS camera)
Kamera 35mm half-frame dengan match-needle metering terintegrasi
Minoltina S (35mm LS camera)
Sebelum akhirnya "gugur", sempat menjadi kamera rangefinder 35mm teringkas di dunia, dengan pengukuran cahaya terintegrasi
1965
Minolta Electro Shot (35mm LS camera)
Kamera leaf shutter 35mm pertama di keluarga Minolta, dengan modul pengukuran cahaya CdS terintegrasi yang terkontrol secara elektronis
Minolta 24 Rapid (Rapid system camera)
Kamera dengan rapid film cassette system dan pengukuran cahaya CdS terintegrasi
Minolta Autocord CdS (Twin lens reflex camera)
Luas bidang cahaya 60x60 mm di film berformat 120, dengan pengukuran cahaya CdS terintegrasi
1966
Minolta SR-T 101 (35mm SLR camera)
Kamera SLR 35mm pertama di keluarga Minolta dengan TTL full-aperture metering
Minolta Autopak 500 (Instamatic 126 type camera)
Menggunakan cartridge berformat 126 dengan auto switch to auto-flash
1967
Minolta SR-1s (35mm SLR camera)
Kamera SLR 35mm dengan clip-on CdS Meter
1968
Minolta AL-E (35mm LS camera)
Kamera leaf shutter 35mm yang sangat ringkas, dengan kemampuan pencahayaan semi-otomatis shutter-priority
1969
Minolta Autopak 800 (Instamatic 126 type camera)
Menggunakan cartridge berformat 126 dengan fasilitas penggulung-balik film secara otomatis menggunakan spring drive
Minolta Hi-Matic C (35mm LS camera)
Kamera leaf shutter 35mm dengan kemampuan pencahayaan semi-otomatis shutter-priority yang memiliki collapsible lens
1970
Minolta SR-M (35mm SLR camera)
Kamera SLR 35mm dengan motor pengokang film terintegrasi
Minolta 16MG-S (16mm camera)
Kamera format 16mm dengan pengukur cahaya CdS terintegrasi dan kemampuan pencahayaan semi-otomatis shutter-priority
1971-1984
1971
Minolta Hi-Matic E (35mm LS camera)
Automatic parallax correction dan Automatic Exposure dengan sistem mekanika rana yang terprogram secara elektronis
1972
Minolta 16 QT (16mm camera)
Kamera subminiatur berformat 16mm dengan nilai kecepatan rana yang dapat dipilih. Juga tersedia match-needle CdS Exposure Meter
Minolta Hi-Matic F (35mm LS camera)
Automatic Exposure dengan sistem mekanika rana yang terprogram secara elektronis
Catatan
Pada tahun 1972, Minolta menandatangani perjanjian kerjasama mutualisme dengan Leica dalam hal pengembangan kamera berjenis SLR. 1973 Minolta SR-T 303 / Minolta SR-T 102 (35mm SLR camera) Jendela bidik dengan kelengkapan informasi kecepatan rana, bukaan diafragma, pengukuran cahaya, dan didukung dengan sistem pengukuran cahaya TTL full aperture Minolta XM / Minolta XK (35mm SLR camera) Kamera SLR AE 35mm pertama di dunia dengan prisma jendela bidik yang dapat diganti-ganti Leitz Minolta CL (35mm FP camera) Kamera focal plane 35mm dengan lensa yang dapat dilepas-tukarkan, yang merupakan hasil kerjasama mutualisme Minolta dengan Leitz Corporation Catatan
Tahun 1973 tercatat sebagai saat pertama kalinya Minolta menghasilkan wujud nyata dari kerjasama mutualisme dengan pihak Leica. Minolta meluncurkan Leitz Minolta CL yang sangat bersejarah. Selain itu, Minolta juga MEMPRODUKSI Leica R3, R4 dan R5. Setelahnya, barulah semua produk Leica diproduksi oleh Leica sendiri di Jerman. Dalam sejarah fotografi, Leica R3, R4 dan R5 tercatat sebagai kamera SLR yang sangat tangguh dan selalu bebas masalah.
1974 Minolta XE-1 / Minolta XE-7 (35mm SLR camera) Kamera SLR AE 35mm pertama di keluarga Minolta dengan prisma jendela bidik permanen dan modus pencahayaan aperture priority
1976 Minolta XM Motor / Minolta XK Motor (35mm SLR camera) Kamera SLR TTL AE 35mm pertama di dunia dengan motor pengokang film otomatis Minolta 110 Zoom (110 type camera) Kamera SLR 35mm pertama di keluarga Minolta yang menggunakan cartridge berformat 110, dengan arsitektur prisma jendela bidik Porro Mirror dan zoom Minolta Pocket Autopak 450 E (110 type camera) Kamera format 110 pertama dari keluarga Minolta dengan lampu kilat terintegrasi
1977 Minolta XD-7 / Minolta XD-11 (35mm SLR camera) Kamera SLR 35mm pertama di dunia dengan fasilitas multiple exposure Minolta XG-E (35mm SLR camera) Kamera SLR 35mm pertama di dunia dengan touch-sensor meter switch
1978 Minolta Hi-Matic SD (35mm LS camera) Kamera leaf shutter 35mm pertama di keluarga Minolta dengan built-in pop-up flash dan date imprinting
1979 Minolta Hi-Matic AF (35mm LS camera) Kamera leaf shutter 35mm pertama di keluarga Minolta dengan kemampuan autofokus Minolta 110 Zoom SLR Mark II (110 type camera) Kamera AE SLR format 110 dengan kemampuan pengukuran cahaya secara TTL sejati
1980 Minolta X-7 (35mm SLR camera) Kamera AE SLR 35mm dengan kemampuan aperture priority Minolta Weathermatic A Kamera format 110 pertama di keluarga Minolta dengan ketahanan terhadap air
1981 Minolta CLE (35mm FP camera) Kamera focal plane 35mm pertama di dunia dengan jendela bidik rangefinder dan modus pencahayaan aperture priority Minolta X-700 Program AE SLR, pemenang pertama penghargaan “European Camera of the Year 82” Catatan
01. Tahun 1981 merupakan pertama kalinya Minolta menerapkan teknologi TTL (through-the-lens) OTF (off-the-film) metering system, yang telah dipatenkan oleh Minolta. 02. Minolta X-700 merupakan kamera SLR fokus manual dari Minolta yang paling sukses di pasar sepanjang sejarah Minolta. Minolta X-700 tetap diproduksi bahkan hingga tahun 1999. 03. Minolta XD-11 (Model E) merupakan kamera Minolta pertama di tahun 1981 yang mengalami perubahan tampilan logo Minolta, menjadi huruf kapital semua. Logo inilah yang seterusnya dipergunakan, hingga akhirnya Minolta di-merger oleh Konica pada 2003.
1982 Minolta Hi-Matic AF-2MD (35mm LS camera) Kamera leaf shutter AF 35mm dengan electronic shutter dan built-in motor drive
1983 Minolta AF-C (35mm LS camera) Kamera leaf shutter AF 35mm yang sangat ringkas, dengan sliding cover Minolta Disc7 (Disc camera) Disc Camera pertama di keluarga Minolta dengan combined lithium battery Minolta X-600 (35mm SLR camera) Kamera SLR 35mm pertama di keluarga Minolta dengan built-in electronic focus detector Minolta X-500 / X-570 (35mm SLR camera) Kamera SLR 35mm pertama di keluarga Minolta dengan TTL flash metering dan modus pencahayaan aperture priority Minolta Courreges ac301 (Disc camera) Disc Camera pertama di keluarga Minolta yang didesain oleh Andres Courreges
1984 Minolta AF-E / Freedom II (35mm LS camera) Kamera leaf shutter AF 35mm Minolta AF-Sv / Talker (35mm LS camera) Kamera leaf shutter AF 35mm dengan voice warning
1985-2005
1985
Minolta 7000 / Maxxum 7000 (35mm SLR camera)
Kamera AF SLR terintegrasi pertama di dunia (Pemenang dari penghargaan “Inter-Camera International”, penghargaan "Camera Grand Prix 1985", dan penghargaan “European Camera of the Year 1985”)
Minolta AF-T / AF-Tele (35mm LS camera)
Kamera leaf shutter AF 35mm dengan 2 lensa standar dan tele terintegrasi
Minolta 9000 / Maxxum 9000 (35mm SLR camera)
Kamera AF SLR 35mm dengan motor drive eksklusif secepat 5 gambar per detik
Catatan
01. Diperkenalkannya Minolta 7000 sebagai kamera SLR autofokus terintegrasi pertama di dunia. Minolta 7000 langsung menyabet tiga penghargaan kelas dunia. Di tahun yang sama, meluncur juga Minolta 9000, yang merupakan kamera SLR autofokus pertama dan satu-satunya yang pergerakan film-nya dapat dikokang tanpa bantuan motor drive. Walaupun demikian, Minolta 9000 juga dilengkapi dengan aksesori motor drive tambahan, yang dapat membidik secepat 5 gambar per detik. 02. Untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1985, Minolta menciptakan Program Back Super 90 (Data Back untuk Minolta 9000) dan Program Back Super 70 (Data Back untuk Minolta 7000). Program Back Super 70 dan 90 dilengkapi dengan layar LCD monokrom terbesar di dunia pada saat itu, dengan berbagai kemampuan yang paling inovatif di dunia. Salah satunya adalah kemampuan untuk menampilkan grafik pencahayaan (EV) dalam bentuk koordinat X dan Y, serta kemampuan memprogram Bracketing dalam langkah asimetrik. Misalnya, 3 frame Bracketing, namun dengan konfigurasi kompensasi pencahayaan -1/4, 0, +2/3. Berbagai fungsi yang ditanamkan pada Program Back Super 70 dan 90 inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal berbagai fungsi yang dikemas dalam smart card untuk kamera Minolta generasi selanjutnya.
1986 Minolta AF-Z / Freedom III (35mm LS camera) Kamera leaf shutter AF 35mm dengan tingkat pembesaran jendela bidik optik yang terbesar di kelasnya (0.6x) Minolta 5000 / Maxxum 5000 (35mm SLR camera) Kamera AF SLR 35mm dengan pengontrolan sistem elektronik oleh mikrokomputer
1987 Minolta AF-DL / Freedom Dual (35mm LS camera) Kamera leaf shutter AF 35mm dengan 2 lensa standar dan tele terintegrasi, yang mampu mengambil foto dari jarak sedekat hingga 52 cm Minolta Weathermatic 35DL / Weathermatic Dual 35 (35mm LS camera) Kamera leaf shutter AF 35mm pertama di keluarga Minolta dengan kemampuan tahan air Catatan
Di tahun 1987, Honeywell tercatat sebagai pihak yang mendeteksi adanya persinggungan antara arsitektur teknologi autofokus Minolta, dengan arsitektur teknologi autofokus kamera SLR yang sebelumnya telah dipatenkan oleh Honeywell. Akhirnya, Honeywell secara resmi melayangkan gugatan atas Minolta ke pengadilan di Amerika Serikat.
1988 Minolta Dynax / Maxxum / Alpha 7000i (35mm SLR camera) Kamera AF SLR 35mm dengan kemampuan Predictive Focus Control dan sistem Intelligent Card (Memenangkan penghargaan “European Camera of the Year 1988”). Ukuran Intelligent Card tersebut kurang lebih sama dengan ukuran fisik SD Card. Kamera ini juga merupakan kamera AF SLR 35mm pertama di dunia yang memiliki titik fokus lebih dari satu titik (yang biasanya terletak di tengah). Dengan konfigurasi "H", tiga titik fokus diletakkan di bagian kiri, tengah dan kanan jendela bidik, memudahkan proses komposisi berdasarkan aturan Rule of Thirds. 1989 Minolta AF-Zoom 90 / Freedom Zoom 90 (35mm LS camera) Kamera leaf shutter AF 35mm dengan Programmed Zoom Function Minolta Dynax / Maxxum 3000i / Alpha 3700i (35mm SLR camera) Kamera AF SLR 35mm terkecil dan teringan di dunia Minolta Dynax / Maxxum 5000i / Alpha 5700i (35mm SLR camera) Kamera AF SLR 35mm di keluarga Minolta dengan lampu kilat terintegrasi
1990 Minolta Dynax / Maxxum 8000i (White) / Alpha 8700i (White) (35mm SLR camera) Kamera AF SLR 35mm yang terpilih untuk turut serta dalam misi luar angkasa Uni Sovyet menuju stasiun luar angkasa “Mir”. Untuk versi standar, Minolta memproduksi varian ini dalam warna abu-abu gelap, bukan warna hitam seperti kamera SLR pada umumnya. Minolta Riva Zoom 105i / Freedom Zoom 105i (35mm LS camera) Kamera leaf shutter AF 35mm dengan Auto Programmed Zoom Function yang akan secara otomatis mengatur pembesaran visual yang paling ideal dalam pemotretan Minolta Prod 20’s (35mm LS camera) Kamera leaf shutter AF 35mm dengan modus pencahayaan Full Auto dan konsep desain fisik a la era 1920-an
1991 Minolta Riva Panorama / Freedom Vista (35mm LS camera) Kamera leaf shutter AF 35mm pertama di dunia yang dikhususkan untuk pemotretan berformat panorama Minolta Dynax / Maxxum / Alpha 7xi (35mm SLR camera) Kamera AF SLR 35mm dengan LCD viewfinder dan Eye Sensor (Memenangkan penghargaan “European Camera of the Year 1991). Untuk pertama kalinya di dunia, Minolta memperkenalkan kemampuan picu lampu kilat nirkabel secara TTL dan terintegrasi penuh dengan kamera (tanpa aksesori tambahan) lewat Dynax 7xi. Kamera ini pun tercatat sebagai kamera AF SLR 35mm pertama di dunia yang berhasil menerapkan sistem fuzzy logic pada sistem elektroniknya dengan sukses. Dengan demikian, kemampuan Predictive AF-nya dapat mengikuti benda bergerak yang arah, kecepatan, percepatan dan dimensinya berubah-ubah. Sistem ini kemudian terkenal dengan nama Multi-dimensional Predictive Focus Control. Minolta Dynax / Maxxum / Alpha 3xi (35mm SLR camera) Kamera AF SLR 35mm dengan lampu kilat terintegrasi yang sangat ringkas Minolta Dynax / Maxxum / Alpha SPxi (35mm SLR camera)
Catatan
01. Pada tahun 1991, pengadilan di Amerika Serikat memutuskan untuk memenangkan gugatan Honeywell atas Minolta. Teknologi autofokus Minolta terbukti secara sah dan meyakinkan, telah bersinggungan dengan hak paten Honeywell. Akhirnya Minolta harus menelan pil pahit untuk membayar semua kerugian, penalti, biaya pengadilan dan biaya lain-lainnya kepada Honeywell, sebesar 127.6 juta US Dollar (Sumber: NY Times). 02. Bersamaan dengan diluncurkannya generasi "xi", Minolta juga meluncurkan lensa-lensa zoom seri "xi", dimana lensa ini memiliki motor zoom disamping motor autofokus. Dengan zoom sistem elektronik, sistem ini akan bersinergi dengan beberapa fasilitas yang ada di beberapa varian intelligent card, yang berhubungan dengan sistem zoom elektronik tersebut. Walaupun terlihat canggih dan futuristik, pada akhirnya sistem ini tidak diteruskan lagi, karena mayoritas pengguna Minolta lebih menyukai zoom bersistem mekanika, bukan elektronik.
1992 Minolta Dynax / Maxxum / Alpha 5xi (35mm SLR camera) Kamera AF SLR 35mm dengan kemampuan zoom pada lampu kilat terintegrasi Minolta Dynax / Maxxum / Alpha 9xi (35mm SLR camera) 01. Memenangkan penghargaan “European Camera of the Year 1992-1993" 02. Kamera AF SLR 35mm pertama di dunia dengan kecepatan rana tertinggi di dunia, yaitu 1/12.000 detik
03. Kamera AF SLR 35mm pertama di dunia dengan kecepatan sinkron kilat Non-HSS tertinggi di dunia, yaitu 1/300 detik
04. Kamera AF SLR 35mm pertama di dunia yang sanggup melakukan bidikan serial secepat 4.5 frame per detik tanpa aksesori motor drive atau battery pack eksternal tambahan, dengan fungsi Multi-dimensional Predictive Focus Control aktif. Ini menjadikannya sebagai kamera AF SLR 35mm teringkas di dunia yang sanggup melakukan bidikan serial secepat itu Minolta Dynax / Maxxum / Alpha 2xi (35mm SLR camera)
Catatan
Pada tahun 1992, Minolta telah menyelesaikan seluruh kewajiban kepada Honeywell. Keduabelah pihak kemudian mengadakan persetujuan untuk mengakhiri kasus ini hingga sampai di sini.
1993 Minolta Dynax / Maxxum 700si / Alpha 707si (35mm SLR camera) Kamera AF SLR 35mm dengan kemampuan Multi-dimensional Predictive Focus Control yang semakin disempurnakan (Memenangkan penghargaan “European Camera of the Year 1994-1995”, penghargaan TIPA “Best SLR Camera in Europe 1994-1995”, dan penghargaan "Camera Grand Prix 1995")
1994 Minolta Dynax 500si / Maxxum 400si / Alpha 303si (35mm SLR camera) Kamera AF SLR 35mm dengan Subject Program Selection Minolta Riva Zoom 135EX / Freedom Zoom 135EX (35mm LS camera) Kamera leaf shutter AF 35mm dengan lensa zoom 38-135mm Catatan
Di tahun 1994, terjadi pergantian nama perusahaan menjadi Minolta Co., Ltd., karena terjadi perluasan atau diversifikasi produk. Mulai tahun 1994, Minolta Co., Ltd. tidak hanya memproduksi kamera saja.
1995 Minolta Dynax / Maxxum 600si / Alpha 507si (35mm SLR camera) Kamera AF SLR 35mm dengan desain klasik pada saklar putar (Pemenang penghargaan TIPA “Best SLR Camera in Europe 1995-1996) Minolta Riva Zoom 70w / Freedom Zoom Explorer (35mm LS camera) Kamera leaf shutter AF 35mm capsule-type dengan lensa zoom 28-70mm terintegrasi Minolta Dynax / Maxxum 300si / Alpha 101si (35mm SLR camera) Catatan
Tahun 1995 juga merupakan tahun yang sangat bersejarah bagi Minolta, karena pada tahun ini, Minolta telah meluncurkan Minolta RD-175, yang merupakan kamera SLR digital pertama di dunia beresolusi 1.75 megapixel, dengan konsep yang utuh, terpadu dan praktis. Memang benar, Kodak DCS dan Sony Mavica merupakan konsep kamera digital pertama di dunia yang "dapat dipergunakan untuk memotret". Namun konsep kamera SLR digital yang utuh, terpadu dan praktis, pertama kalinya ditawarkan oleh Minolta RD-175. Basis bodi RD-175-lah yang pada akhirnya menjadi basis bodi kamera APS Minolta, dimana Minolta juga tercatat sebagai produsen pertama di dunia yang meluncurkan kamera SLR berjenis APS. Walaupun tidak dikategorikan sebagai kamera digital berkonsep SLR yang sukses di pasaran, namun Minolta telah memicu semangat para kompetitor untuk mempercepat riset dan produksi kamera digital dengan basis SLR.
1996 Minolta TC-1 (35mm LS camera) Kamera leaf shutter AF 35mm teringkas di dunia dengan material fisik dari titanium (Memenangkan penghargaan “Camera Grand Prix 1996) Minolta Vectis 25 (Advanced Photo System LS camera) Kamera leaf shutter Advanced Photo System pertama di keluarga Minolta dengan konsep desain capsule-type dan zoom optik 2.5x terintegrasi Minolta Vectis S-1 (Advanced Photo System SLR camera) Kamera AF SLR Advanced Photo System pertama di dunia, dengan jendela bidik optik di bagian samping kamera
1997 Minolta Vectis GX-4 (Advanced Photo System LS camera) Kamera leaf shutter Advanced Photo System dengan kemampuan tahan air dan desain yang unik Minolta Dynax / Maxxum 800si / Alpha 807si (35mm SLR camera) Kamera AF SLR 35mm pertama di dunia dengan fasilitas zoom pada built-in flash dan daya jangkau built-in flash terbesar di dunia, yaitu GN 20 Minolta Vectis Weathermatic (Advanced Photo System LS camera) Kamera leaf shutter Advanced Photo System pertama di dunia dengan kemampuan zoom dan autofokus di bawah air Catatan
Pada tahun 1997 lewat Minolta Dynax 800si, Minolta memutuskan untuk meninggalkan sistem smart card untuk ekspansi fasilitas fotografi, yang pertama kalinya diperkenalkan pada tahun 1988 lewat Minolta Dynax 7000i. Pada Minolta Dynax 800si, semua fungsi-fungsi yang tadinya terpecah-pecah di puluhan pilihan smart card, digabungkan dengan berbagai tambahan fungsi yang diperluas.
Satu hal lagi yang unik pada Minolta Dynax 800si adalah kehadiran soket picu lampu studio eksternal, yang mana pada Minolta Dynax 700si tidak tersedia secara built-in. Bila Anda memerlukan soket tersebut pada Minolta Dynax 700si, Anda harus menggunakan vertical grip dedikasi Minolta Dynax 700si yang memang menyediakan soket tersebut. Vertical grip dedikasi Minolta Dynax 700si, dapat kembali dipergunakan pada Minolta Dynax 800si, karena dudukannya sama. Maka ketika Minolta Dynax 800si menggunakan vertical grip, akan ada dua buah soket picu lampu studio eksternal. Keduanya dapat dipergunakan secara bersamaan, untuk kebutuhan lampu kilat eksternal dengan jenis yang berbeda. Sangat unik.
1998 Minolta Vectis 300 (Advanced Photo System LS camera) Kamera leaf shutter Advanced Photo System dengan kemampuan zoom hingga 3x dan material fisik dari logam yang sangat ringkas Minolta Dynax 505si Super / Maxxum XTsi (35mm SLR camera) Kamera AF SLR 35mm teringkas di dunia (dari semua aspek panjang, lebar dan ketebalannya) dengan fasilitas built-in flash terintegrasi Minolta Dynax / Maxxum / Alpha 9 (35mm SLR camera) Kamera AF SLR 35mm kelas profesional dengan spesifikasi tertinggi di dunia. 01. Pertama kalinya di dunia, kamera AF SLR 35mm yang memiliki kecepatan rana dan kecepatan sinkron kilat tertinggi di dunia hingga 1/12.000 detik secara TTL (dengan lampu kilat dedikasi Minolta Speedlite 5600HS). 02. Pertama kalinya di dunia, kamera AF SLR 35mm yang memiliki saklar putar yang dilengkapi dengan fosfor sehingga dapat menyala di kegelapan total. 03. Pertama kalinya di dunia, kamera AF SLR 35mm yang memiliki kemampuan pemrograman nomor frame film yang akan dituju ketika pengguna mengisikan selongsong film ke dalam kamera ini. 04. Pertama kalinya di dunia, kamera AF SLR 35mm kelas profesional yang memiliki lampu kilat terintegrasi, dengan tetap mempertahankan akurasi bidang bidik jendela bidiknya di tingkat 100%. Lebih hebatnya lagi, garansi ketahanan terhadap siraman air pun tetap berlaku di saat lampu kilat terintegrasi tersebut ada dalam keadaan terbuka. Klaim ini telah sepenuhnya diuji dan diverifikasi oleh semua media fotografi bertaraf internasional, salah satunya adalah Popular Photography. 05. Dapat merekam data pemotretan di atas permukaan film maupun disimpan di kartu memori jenis SmartMedia lewat Data Memory Back DM-9. Dengan SmartMedia berkapasitas 2 MB, DM-9 dapat merekam 18 parameter pemotretan dari 400 rol film 36 exposure. Minolta Dynax 505Si / Maxxum HTSi (35mm SLR camera) Minolta Dynax 505Si Super / Maxxum XTSi / Alpha Sweet (35mm SLR camera)
Digital (Agustus 1998) Minolta DiMAGE EX-1500 Zoom Minolta DiMAGE EX-1500 Wide Catatan
Dalam rangka ulang tahun Minolta yang ke-70 dari sejak kelahirannya pada tahun 1928, selain meluncurkan Dynax 9, Minolta juga meluncurkan edisi terbatas dari Dynax 9, yaitu Dynax / Maxxum / Alpha 9Ti. Seluruh bagian fisiknya (yang terbuat dari logam) disusun atas material Titanium Alloy berwarna keemasan, dan hanya diproduksi sejumlah 2.000 unit di seluruh dunia (Data ini masih bisa diperdebatkan. Ada sumber yang mengatakan bahwa jumlahnya adalah 999 unit di seluruh dunia (merujuk pada angka 9 sebagai tipe kamera ini), sementara sumber lain mengatakan bahwa jumlahnya adalah 1998 (tahun keluaran kamera ini, yang kemudian dibulatkan menjadi 2.000 unit)). Selain berbeda dalam hal material fisik, Dynax 9Ti juga dilengkapi dengan Custom Function yang lebih banyak, yaitu 23, sementara Dynax 9 hanya 21 Custom Function. Walaupun demikian amat disayangkan, fosfor pada saklar putar Dynax 9 yang sangat handal dan dapat menyala di kegelapan, tidak disertakan pada Dynax 9Ti. Pada kenyataannya, Minolta Dynax 9Ti adalah kamera kolektor alias kamera pajangan, dan tidak diperuntukkan bagi pemotretan sehari-hari. Ini terbukti dari lapisan cat pelindung titanium-nya yang tipis dan mudah terkelupas. Besar dugaan, tipisnya lapisan cat pelindung ini bertujuan untuk tetap mempertahankan keindahan visual dari warna titanium pada Minolta Dynax 9Ti.
1999 Minolta Dynax 303Si / Maxxum QTSi / Alpha 360Si (35mm SLR camera) Minolta Dynax 404Si / Maxxum STSi / Alpha Sweet S (35mm SLR camera)
Digital (September 1999) Minolta DiMAGE RD-3000
2000 Minolta Dynax / Maxxum / Alpha 7 (35mm SLR camera) 01. Kamera AF SLR 35mm pertama di dunia dengan kemampuan Wireless High-Speed Sync. Flash dan juga kemampuan ADI Flash Metering. Sinkron kilat TTL hingga 1/8.000 detik dapat tetap bekerja sempurna di modus picu nirkabel sekalipun.
02. Kamera AF SLR 35mm pertama di dunia yang dilengkapi dengan layar LCD monokrom terintegrasi di bagian back-nya, untuk mengontrol semua parameter pemotretan. Layar LCD ini dapat menyesuaikan diri dengan orientasi pemotretan, baik vertikal maupun horizontal. Kemampuan inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal kemampuan yang sama pada semua Sony DSLR.
03. Kamera AF SLR 35mm pertama di dunia yang dilengkapi dengan kemampuan pemrograman nomor frame film, baik pada waktu penggulungan-balik maupun pada waktu pengisian film. Dengan kata lain, selama pengguna dapat menghafalkan nomor frame terakhir yang belum dicahayai, pengguna tersebut dapat memaju-mundurkan frame film yang ada di dalam Minolta Dynax 7 dengan sesuka hati. Minolta Dynax 7 dapat melakukan penginderaan frame film dengan presisi berkat sensor cahaya yang dapat menghitung jumlah lubang perforasi pada film. Catatan
Bersamaan dengan peluncuran Minolta Dynax 7, pertama kalinya juga diperkenalkan teknologi autofokus Minolta SSM. Teknologi ini pertama kalinya diterapkan pada lensa Minolta AF 70-200mm f/2.8 G SSM, yang kemudian produksinya diteruskan di bawah label Sony dengan Sony SAL 70-200mm f/2.8 G SSM. Digital (Juni 2000) Minolta DiMAGE 2300 Digital (September 2000) Minolta DiMAGE 2330
2001 Minolta Dynax / Maxxum 5 / Alpha Sweet II (35mm SLR camera)
Digital (Februari 2001 - Minolta) Minolta DiMAGE S-304 Minolta DiMAGE 7
Minolta DiMAGE 5 Digital (Februari 2001 - Konica) Konica e-mini D
Konica e-mini
Konica e-mini M Digital (Mei 2001 - Minolta) Minolta DiMAGE E-201 Digital (Mei 2001 - Konica) Konica KD-200 Zoom
Konica KD-300 Zoom Digital (September 2001 - Minolta) Minolta DiMAGE E-203
Catatan
01. Tahun 2001 merupakan pertama kalinya Konica meluncurkan dan memproduksi kamera digital. Dengan kemampuan teknologi digital sebatas yang dimilikinya, dari mulai 2001 dengan nama Konica hingga tahun 2003 sebelum akhirnya menjadi KonicaMinolta, Konica hanya mampu memproduksi kamera digital jenis Non-SLR saja. 02. Dengan demikian terlihat, bahwa dengan melakukan merger atas Minolta, Konica berharap bisa mendapatkan akses ke penguasaan teknologi fabrikasi kamera digital berjenis SLR.
2002 Minolta Dynax / Maxxum 4 / Alpha Sweet II L (35mm SLR camera) Minolta Dynax 3L / Maxxum 3 (35mm SLR camera) Minolta Dynax 30 & 40 / Maxxum / Alpha 50 (35mm SLR camera) Minolta Dynax 60 / Maxxum / Alpha 70 (35mm SLR camera)
Januari 2002 Minolta DiMAGE X
Minolta DiMAGE S-404
Februari 2002 Konica KD-400 Zoom Maret 2002 Minolta DiMAGE 7i
Minolta DiMAGE F-100
September 2002 Konica KD-500 Zoom
Minolta DiMAGE Xi
Minolta DiMAGE 7Hi Catatan
01. Tahun 2002 merupakan terakhir kalinya Minolta memproduksi kamera analog dari berbagai jenis. 02. Mulai 07 Januari 2003, Minolta sudah secara resmi di-merger oleh Konica. Namun untuk beberapa saat, kamera digital yang diproduksi masih menggunakan label Minolta. 03. Dari sisi Konica, tampak pada tahun 2003 hanya meluncurkan satu tipe kamera saja, yaitu Konica KD-510 Zoom. Tentunya hal ini sangat berhubungan dengan konsentrasi Konica untuk membenahi Minolta sebagai unit bisnis yang baru.
Januari 2003 Minolta DiMAGE F-300
Februari 2003 Minolta DiMAGE S-414 Maret 2003 Minolta DiMAGE E-223
Minolta DiMAGE F-200
Minolta DiMAGE Xt Juni 2003 Konica KD-510 Zoom Juli 2003 Minolta DiMAGE X-20 Agustus 2003 Minolta DiMAGE G-500
Minolta DiMAGE Z-1
Minolta DiMAGE A-1
Minolta DiMAGE E-323 Oktober 2003 Minolta DiMAGE G-400 Catatan
01. Minolta DiMAGE A-1 tercatat sebagai kamera digital pertama di dunia, yang dilengkapi dengan teknologi peredam getar yang ditanam di modul sensor (Anti-Shake). Metode ini merupakan ciptaan Minolta, dan pertama kalinya diterapkan di Minolta DiMAGE A-1. Teknologi ini merupakan cikal-bakal diteruskannya teknologi yang sama di bawah label Sony SSS (SuperSteadyShot). 02. Tahun 2003 tercatat sebagai tahun dimana Minolta terakhir kalinya memproduksi kamera digital dengan konsep yang cukup serius di bawah merek dagang Minolta, yaitu Minolta DiMAGE A-1. Sedangkan Minolta DiMAGE G-400 merupakan produk Minolta terakhir di bawah merek dagang Minolta. Minolta DiMAGE G-400 juga tercatat sebagai kamera saku digital Minolta dengan desain fisik yang persis sama dengan kamera saku digital Konica. Diyakini, kedua perusahaan telah mengadakan alih-teknologi di beberapa jenis produknya.
Februari 2004 KonicaMinolta DiMAGE Z-2
KonicaMinolta DiMAGE A-2
KonicaMinolta DiMAGE Xg Maret 2004 KonicaMinolta DiMAGE G-600 Juni 2004 KonicaMinolta DiMAGE X-31 Juli 2004 KonicaMinolta DiMAGE Z-10
KonicaMinolta DiMAGE X-50
KonicaMinolta DiMAGE Z-3 September 2004 KonicaMinolta DiMAGE A-200
KonicaMinolta Dynax / Maxxum / Alpha 7D Catatan
01. Tahun 2004 merupakan tahun yang cukup bersejarah, karena di tahun inilah pertama kalinya diproduksi kamera digital dari semua jenis, di bawah label KonicaMinolta. Dengan statusnya sebagai pihak yang melakukan merger terhadap SEMUA divisi Minolta, maka semua produk Minolta dalam bentuk apapun berubah namanya menjadi KonicaMinolta. Nama perusahaan pun berubah menjadi Konica Minolta Holdings, Inc. 02. Tahun 2004 juga tercatat pertama kalinya KonicaMinolta meluncurkan kamera SLR digital, yaitu KonicaMinolta Dynax 7D. Uniknya, merek dagangnya kembali ke Dynax / Maxxum / Alpha, bukan DiMAGE sebagaimana diperkirakan banyak pihak. Dynax 7D merupakan "fotokopi" dari Minolta Dynax 7, dengan kemampuan digital. 03. KonicaMinolta Dynax 7D tercatat sebagai upaya yang terlambat. Walaupun demikian, tetaplah lebih baik daripada tidak sama sekali. KonicaMinolta tercatat banyak mengalami kehilangan momentum berupa migrasi besar-besaran para loyalis Minolta yang sudah tidak sabar menunggu diluncurkannya SLR digital. Pada akhirnya, banyak yang terpaksa bermigrasi ke merek lain yang sudah terlebih dahulu meluncurkan SLR digital dengan teknologi yang sudah lebih matang. 04. Akhirnya, walaupun KonicaMinolta Dynax 7D tercatat sebagai SLR digital dengan kemampuan dan akurasi yang sangat tinggi (seperti layaknya ciri khas produk Minolta) walaupun kapasitas resolusinya tergolong inferior di saat itu (hanya 6.1 megapixel, di saat produsen lain sudah menancapkan kuku di pasar dengan 8.0 megapixel), namun KonicaMinolta Dynax 7D tidak terjual sebanyak yang diharapkan oleh KonicaMinolta. Ini sangat berhubungan dengan masalah kehilangan momentum tersebut.
Januari 2005 KonicaMinolta DiMAGE Z-5
KonicaMinolta DiMAGE Z-20 Mei 2005 KonicaMinolta DiMAGE X-60
Juli 2005 KonicaMinolta Dynax / Maxxum / Alpha 5D KonicaMinolta DiMAGE X-1 Agustus 2005 KonicaMinolta DiMAGE Z-6
Catatan terakhir era Minolta - KonicaMinolta
01. KonicaMinolta berupaya memperbaiki kesalahan pemasaran KonicaMinolta Dynax 7D dengan meluncurkan KonicaMinolta Dynax 5D, yang merupakan downgrade dari KonicaMinolta Dynax 7D. Sayangnya, kapasitas resolusinya tidak ditambah sama sekali. Akhirnya, kesalahan KonicaMinolta Dynax 7D terulang kembali. Walaupun sebenarnya kemampuan KonicaMinolta Dynax 5D sebaik kakaknya, namun tetap saja KonicaMinolta Dynax 5D kurang mendapatkan kuantitas respon sebagaimana yang diharapkan. 02. Dengan kehilangan banyak kapital pada saat melakukan merger atas Minolta, dan kehilangan lebih banyak lagi kapital di divisi fotografinya, ditambah lagi dengan kegagalan dua varian DSLR KonicaMinolta di pasar pada saat yang berdekatan, akhirnya KonicaMinolta memutuskan untuk menerima tawaran negosiasi dari Sony, yang selama ini telah menjadi pemasok sensor CCD bagi semua kamera digital dari Minolta, Konica ataupun KonicaMinolta. Ironisnya, pada tahun yang sama, KonicaMinolta baru saja mengumumkan joint venture pengembangan teknologi CCD dan CMOS dengan Sony. 03. Ketika negosiasi antara pihak Sony dengan KonicaMinolta sedang berlangsung, KonicaMinolta memutuskan untuk menghentikan produksi kamera digitalnya secara permanen, untuk mencegah kehilangan kapital yang lebih besar lagi. KonicaMinolta DiMAGE Z-6 adalah kamera digital terakhir yang diluncurkan dan diproduksi oleh KonicaMinolta. 04. Walaupun demikian, KonicaMinolta Dynax 5D merupakan produk yang baik untuk secara sementara menahan kekosongan momentum tersebut. Dengan jarak waktu sekitar 11 bulan antara KonicaMinolta Dynax 5D pada Juli 2005 dengan Sony DSLR-A100 pada 06 Juni 2006, tidak terlalu banyak terjadi migrasi seperti pada waktu proses merger antara Minolta dengan Konica terjadi, yang memakan waktu hampir sekitar dua tahun, dari sejak Minolta memutuskan untuk menghentikan produksi kamera SLR analognya, hingga KonicaMinolta Dynax 7D meluncur pertama kalinya di pasaran. 05. Sebelum pada akhirnya dibeli oleh Sony, Minolta telah menciptakan 27 model kamera digital dari semua kelas, Konica telah menciptakan 8 model kamera digital dari semua kelas, dan KonicaMinolta telah menciptakan 16 model kamera digital dari semua kelas. Sehingga total model kamera yang telah diciptakan adalah sebanyak 51 model. 06. Jika dilihat secara sekilas, Sony pertama kalinya menancapkan kukunya di pasar fotografi, khususnya kelas DSLR, pada 06 Juni 2006 dengan Sony DSLR-A100. Sony telah menetapkan tanggal yang baik, yaitu 06-06-06. Tidak salah lagi, ini merupakan awal yang baik bagi Sony. 07. Tahukah Anda, bahwa merek dagang "Alpha" pada produk SLR digital Sony, adalah sebenarnya merek dagang Minolta untuk area Jepang? Di jaman film seluloid, merek dagang Minolta untuk Jepang adalah Alpha, untuk Amerika adalah Maxxum, dan untuk Asia / Eropa adalah Dynax. Jadi, merek dagang "Alpha" pada Sony sebenarnya bukanlah hal yang benar-benar baru.
2006-kini
Sony Alpha